Coba deh hitung berapa banyak temanmu yang sudah berkomitmen untuk memakai hijab. Pasti kamu kerepotan sendiri menghitungnya. Memang, hijab sudah jadi hal yang sangat umum di Indonesia. Tapi bukan cuma pemakainya saja lho yang semakin banyak. Model-modelnya pun sudah semakin beragam.

Buat kamu yang masih tetap setia dengan jilbab sederhana, mungkin inilah alasan-alasan yang kamu punya!

Walau sederhana, model hijab itu yang kamu rasa paling mencerminkan dirimu. Hijab yang ribet itu “nggak kamu banget”

Mau dikata apa lagi, untuk kamu yang merasa kurang feminin dan lebih nyaman memakai celana jeans dan kaus, hijab sederhana itu yang paling mencerminkan dirimu. Karaktermu yang simpel dan ogah ribet, memang tercermin dalam model jilbab yang kamu pilih. Istilahnya, itu adalah gaya yang gue banget! . Pernah sih kamu mencoba pakai jilbab modis. Tapi rasanya aneh dan malah kurang pede. Kamu lepas lagi, deh.

 Ini hijab yang bisa dipakai untuk situasi apa saja. Mulai dari ke pasar, sampai ke kondangan

Sesuai dengan prinsipmu yang ogah ribet, model jilbab sederhana juga bisa dipakai untuk situasi apapun dengan baju apapun. Mulai dari kaus dan celana jeans, dress, sampai gamis, semuanya pas jika disandingkan dengan hijab segi empat ini. Bisa deh dipakai buat ke kantor, kuliah, meeting dengan klien, sampai kondangan.

Lain halnya dengan model hijab super modis. Kan aneh kalau kamu ke pasar dengan model hijab ala Dian Pelangi…

Kalau mau wudhu gampang, nggak ada kaca juga nggak masalah

Kenapa kamu lebih pilih memakai hijab sederhana, gampang aja sih, soalnya biar gampang kalau wudhu. Copotnya nggak ribet, makainya lagi juga nggak susah. Bahkan kalau nggak ada kaca, kamu juga nggak masalah. Cukup pakai feeling saja, dan hijabmu sudah terpasang dengan sempurna. Tadaaa!

Memakai hijab memang termasuk kewajiban bagi perempuan Muslim. Tapi bagaimana mengenakannya tergantung pilihan masing-masing. Nggak perlu minder kalau hijabmu cuma segi empat biasa. Asalkan kamu nyaman dan nggak menyalahi aturan, nggak ada masalah.

Kalau alasanmu yang mana?